PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA BELL’S PALSY MENGGUNAKAN INFRARED, MASSAGE DAN MIRROR EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT DAN FUNGSIONAL WAJAH

HANAFI, AMRI (2024) PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA BELL’S PALSY MENGGUNAKAN INFRARED, MASSAGE DAN MIRROR EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT DAN FUNGSIONAL WAJAH. Tugas Akhir (D3) thesis, Universitas Muhammadiyah Metro.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (375kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (325kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (136kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (99kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR LITERATUR.pdf

Download (102kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang : Bell's palsy yaitu disfungsi dari saraf kranial yang umum terjadi, dengan 60-75% kasus bersifat idiopatik. Bell's palsy bersifat akut dan dimulai dalam 72 jam. Kebanyakan orang dengan bell's palsy sembuh total setelah kelumpuhan, tetapi bagi mereka kelumpuhan sembuh dan meninggalkan bekas luka. Episode tersebut dapat berupa kontraksi, sinkenesis atau kejang spontan. Tujuan : Untuk mengetahui apakah dengan pemberian infrared, massage dan mirror exercise dapat meningkatkan kekuatan otot wajah dan kemampuan fungsional pada kasus bell’s palsy. Metode Penelitian : Metode penelitian studi kasus adalah penelitian empiris yang mempelajari fenomena dalam konteks kehidupan nyata. Pengumpulan data dilakukan dengan evaluasi skala ugo fisch dan manual muscle testing otot wajah. Hasil : Pasien selama menjalani program fisioterapi dan mendapatkan penanganan sebanyak 6 kali terapi, mendapatkan hasil saat terapi pertama dilakukan kekuatan otot M. Frontalis 1, M. Corrugator Supercili 1, M. Orbicularis Oculi 3, M. Nasalis 1, M. Zygomaticum 1 dan M. Orbicularis Oris 1, menjadi nilai otot M. Frontalis 3, M. Corrugator Supercili 3, M. Orbicularis Oculi 3, M. Nasalis 3, M. Zygomaticum 3 dan M. Orbicularis Oris menjadi 3. Kemudian terdapat peningkatan kemampuan fungsional wajah dari mulai terapi pertama dengan nilai saat istirahat = 12, mengerutkan dahi = 4, menutup mata = 15, tersenyum = 12 dan bersiul = 3, setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kali didapati hasil peningkatan menjadi saat istirahat = 16, mengerutkan dahi = 6, menutup mata = 21, tersenyum = 18 dan bersiul = 5. Kesimpulan : Dengan pemberian infrared, massage dan mirror exercise, diperoleh peningkatan nilai kekuatan otot pada wajah dan peningkatan kemampuan fungsional pada otot wajah.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (D3))
Additional Information: 04/DIII Fisioterapi/2024
Uncontrolled Keywords: Bell’s Palsy, Infrared, Massage, Mirrror Exercise
Subjects: 600 Ilmu Terapan > Fisioterapi
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > D3 Fisioterapi
Depositing User: isna isna isna
Date Deposited: 12 Mar 2025 06:55
Last Modified: 12 Mar 2025 06:55
URI: http://eprints.ummetro.ac.id/id/eprint/3747

Actions (login required)

View Item View Item