KOMPARASI PERWARISAN MENURUT KEKERABATAN DALAM HUKUM ADAT

Rellyta, Desthy Bella (2020) KOMPARASI PERWARISAN MENURUT KEKERABATAN DALAM HUKUM ADAT. Skripsi (S1) thesis, Universitas Muhammadiyah Metro.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (6kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (314kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (94kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (143kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (223kB) | Preview
Official URL: http://eprints.ummetro.ac.id

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Komparasi Perwarisan Menurut Kekerabatan Dalam Hukum Adat. Untuk mengetahui pengaturan waris adat yang menerapkan sistem Matrilineal. dan sistem pewarisan harta Matrilineal yang ada dalam buku II Kompilasi Hukum Islam. Apabila ditinjau dari pengaturan waris adat yang menerapkan sistem Matrilineal. dalam pelaksanaan sistem warisan Matrilineal dalam Kompilasi Hukum Islam (HKI). Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis normatif yang bersifat deskristif. Jenis data yang digunakan adalah data primer,sekunder .Teknis pengumpulan data dipergunakan studi keperpustakaan melalu mencatat, mengkaji peraturan undang-undang, sejarahhukum, perbandingan hukum, teori-teori dan pendapat-pendapat sarjana hukum yang berhubungan. Teknis analisis dengan metode yuridis kualitatif dengan analisis secara kualitatif. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengaturan pewarisan harta di Minangkabau dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam. Bahwa antara pewarisan harta dalam Adat Minangkabau dan Kompilasi Hukum Islam terdapat persamaan dan perbedaan. Persamaannya terdapat pada konsep pewarisan harta pusaka rendah, yaitu bahwa pusaka rendah termasuk pada golongan harta warisan dalam Kompilasi Hukum Islam, karena ia dimiliki secara Milk al Raqabah, persamaanya selanjutnya pewarisan dengan sistem kolektif, hal ini terdapat dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 183 dan pasal 189 dan terkahir dasar perdamaian dalam Kompilasi hukum Islam. Sedangkan perbedaan yang terdapat pada harta pusaka tinggi, yang mana pusaka tinggi tidak bisa digolongkan kepada harta warisan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa komparasi hukum waris Islam dan Hukum adat Minangkabau tidak terlaksana dalam pembagian harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah. Dan Komparasi hukum waris Islam dalam hukum waris adat Minangkabau terlaksana hanya pada pembagian harta pencaharian dan harta saurang yang dibawa suami-istri dalam pernikahan ,jadi bahwa sistem pewarisan harta dalam Adat Minangkabau tidak dilaksanakan dengan ketentuan-ketentuan hukum waris Islam yang benar.

Item Type: Thesis (Skripsi (S1))
Creators:
CreatorsNIM/NPMEmail
Rellyta, Desthy Bellanim16810016UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIPEmail
Thesis advisorAbunawar, Hadrinidn0204016405UNSPECIFIED
Thesis advisorBennadi, Bennadinidn0206116501UNSPECIFIED
Thesis advisorUmami, Arizanidn0207108604UNSPECIFIED
Additional Information: 099/Hukum/2020
Uncontrolled Keywords: Hukum Waris, Hukum Islam, Pusaka Tinggi, Pusaka Rendah
Subjects: 300 Ilmu Sosial > Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Hukum
Depositing User: Feri Apriyanto
Date Deposited: 13 Jan 2021 07:02
Last Modified: 13 Jan 2021 07:02
URI: http://eprints.ummetro.ac.id/id/eprint/478

Actions (login required)

View Item View Item